Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan

Game Runch Rush, Bertani dan Berternak, Asik Rek

on Rabu, 21 Desember 2011
Ayo siapa yang suka game bertani dan berternak? Ini ada sebuah gemae yang sangat bagus bagi anda. Judul game ini adalah Ranch Rush
Game Ranch Rush ini hampir mirip dengan Harvest Moon. Game yang bercerita tentang peternakan dan pertanian. Juga hampir mirip dengan The Sims 1 versi Making Magic dalam hal proses pembuatan makanan.

Taruh Cita-Citamu 5CM di Depan Keningmu

on Senin, 19 Desember 2011
Buku 5cm ini menceritakan tentang persahabatan lima orang anak manusia yang bernama Arial, Riani, Zafran, Ian, dan Genta. Dimana mereka memiliki obsesi dan impian masing-masing. Arial adalah sosok yang paling ganteng diantara mereka, berbadan tinggi besar. Arial selalu tampak rapi dan sporty. Riani adalah sosok wanita berkacamata, cantik, dan cerdas. Ia mempunyai cita-cita bekerja di salah satu stasiun TV. Zafran seorang picisan yang berbadan kurus, anak band, orang yang apa adanya dan kocak. Ian memiliki postur tubuh yang tidak ideal, penggila bola, dan penggemar Happy Salma. Yang terakhir adalah Genta. Genta selalu dianggap sebagai “the leader” oleh teman-temannya, berbadan agak besar dengan rambut agak lurus berjambul, berkacamata, aktivis kampus, dan teman yang easy going.

Secondhand serenade, the king of romantic lyric

on Jumat, 16 Desember 2011

Judul diatas hanyalah sebuah persepsi dari saya yang membuat sedikit ulasan dari band yang dikepalai oleh john vesely. Mengusung genre rock akustik ini didirikan pada tahun 2004 di California Amerika serikat. Pendirinya sendiri yaitu john joseph vesely. Adapun album yang telah ditelurkannya yaitu awake pada tahun 2004 yang sangat full akustik dan diulang release pada 2007 dengan menambahkan dua lagu lagi. Pada tahun 2008 juga lahir album A twist in my story, pada album ini telah dipakai instrument band dan orchestra sehingga menjadi full album dan lebih berwarna. Pada 2010 lahir album yang juga berkonsep band yaitu dengan judul hear me now. Namun walaupun secondhand serenade adalah sebuah band, tapi pada saat melihat video klipnya, tidak ada menampilkan konsep band sedikit pun. Jadi masih diragukan apakah dia band atau tidak.

Novel Perahu Kertas, Bermakna dan Indah


Dewi “dee” Lestari memang sangat hebat dalam mengambil hati saya. Bagaimana tidak, novel yang berjudul perahu kertas tersebut seperti mengilhami saya tentang banyak hal. Mulai dari arti cinta, rindu, ikhlas, kejujuran, hingga mimpi. Novel ini diperani oleh dua peran dengan nama yang cukup unik yaitu sang cowok bernama keenan, dan yang cewek bernama kugy. Dari prolog hingga klimaks sampai terakhir menuju anti klimaks, novel ini seperti terus menghadirkan polemics yang membuat hati kita bergetar dan mungkin saja menangis. Namun kelucuan pun tidak kalah banyak di novel ini.

Fakta Tentang Avenged Sevenfold

on Rabu, 14 Desember 2011


Tulisan kali ini akan membahas sebuah band yang menurut saya bagus dan lagu-lagunya enak didengar. Berdiri pada tahun 1999 dan telah melahirkan 6 album serta beberapa single, band ini mengusung Hardrock menjadi alirannya. Berasal dari Huntington Beach, California, Amerika Serikat band ini digawangi oleh vokalis M. Shadows, lead guitar Synyster Gates, Zacky Vengeance rhythm guitar, dan bassist Johnny Christ. ya, dialah avenged sevenfold.

Film Meet the Robinson, Keep Moving Forward


Meet the robinson adalah film anak-anak yang diproduksi oleh Walt Disney Animation pada tahun 2007. Film ini bercerita tentang lewis, seorang anak jenius yg ditinggalkan ibunya di depan panti asuhan. Lewis ini sangat hobi membuat penemuan-penemuan baru . Kamarnya dipanti asuhan dijadikan seperti laboratorium untuk mengembangkan penemuan-penemuannya. Penemuannya dari yang sepele seperti mesin pengatur keseimbangan, pengolesan selai kacang dan jelly- yeack, not my fave taste, sampai ke yang sangat fantastis yaitu mesin pembangkit kenangan.

Tentang Band Efek Rumah Kaca

personil ERK
Band Efek Rumah Kaca (ERK), siapa tahu ini adalah sebuah band.  Dimana pada saat sekarang ini manusia telah memiliki mindset, bahwa efek rumah kaca adalah global warming yang berbahaya. Tapi sekali lagi pada tulisan kali ini saya akan membahas sebuah band yang mengusung nama tersebut.

Resensi film alangkah lucunya negeri ini

on Minggu, 27 November 2011
Alangkah lucunya negeri ini, sebuah film yang menyinggung hampir semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia dikala ini seperti  ideologi, politik, sosial, budaya, pendidikan, kriminalitas, generasi muda, dan agama. Film yang dibintangi oleh muluk (Reza Rahadian) ini bisa dikategorikan sebagai film yang berhasil menyentil para pemerintah secara khusus. Dan umumnya kepada segenap warga Indonesiia sendiri tentang bagaimana Indonesia saat sekarang ini.
Walaupun film ini termasuk fiksi tapi tidak bisa disangkali bahwa kenyataan lah yang menungganginya. Dimana anak-anak yag putus sekolah menyabung hidup dengan mencopet. Disaat para pengangguran menghalalkan segala cara untuk mendapatkan pekerjaan. Dan masih banyak lagi intrik social yang terkandung di film fenomenal ini.
Film dari  penulis Musfar Yasin dan sutradara Deddy Mizwar ini berhasil membuat penonton berpikir dua kali dalam salah satu penggalan ceritanya. Yaitu disaat seotang Muluk mendedikasikan diri untuk bekerja kepada seorang bos pencopet. Dimana Muluk yang seorang sarjana management mengelola sebuah jaringan pencopet kelas anak-anak dengan professional. Dan terakhir ia ingin mengubahnya menjadi pedagang asongan.
Tapi revolusi ini masih menggunakan uang hasil copetan untuk mengembangkannya.  Niat yang baik dengan langkah yang salah dilakukan muluk. Disinilah para penonton berpikir keras, apakah salah perubahan dengan niat yang tulus dibarengi jalan yang salah?. Apa jadinya jika kesalahan ini terus berlanjut. Disanalah keahlian penggarap ceritanya menuntun para penontin untuk berpikir.
Lain lagi dengan adegan dimana kenakalan remaja yang menjadi-jadi. Ketika para pencopet muda ini bertengkar sesame mereka dan menggunakan  kata kasar dan perlakuan kasar kepada para temannya. Lagi-lagi inilah kenyataan dibumi negeri ini. Adegan di film alangkah lucunya negeri ini hanyalah potret kecil dari kenyataan yang sesungguhnya. Jika kita melihat realita sebenarnya, kita bisa tidak abis pikir dengan tingkah anak muda sekarang yang hobiny tawuran. Tidak habis pikir dengan mereka yang berprilaku layaknya jagoan jalanan.
Jika membicarakan hot polemic di Indonesia tentu tidak ketinggalan dengan yang namanya kemiskinan dan pengangguran. Masalah ini tidak luput dari film alngkah lucunyya negeri ini. Lihat saja yang paling jelas dari film ini. Yaitu pemeran utamanya sendiri yang menjadi pengganguran. Syamsul (Asrul Dahlan) yang hobi bermain gaple di pos ronda bersama teman-temannya. Atau Pipit (Tika Bravani) yang hobinya mengikuti kuis di televisi dan undian berhadiah. Atau, sang ibu (Rina Hasyim) yang tidak punya pekerjaan selain mengisi TTS dan bermain game. Dibalik lucunya adegan yang diperankan mereka, namun dibalik itu semua kemirisanlah yang sebenarnya ditunjukkan penggarap film ini.
Sedikit yang tersentil disini adalah kata-kata tentang pendidikan. Pendidikan seolah-olah penting ngak penting dalam pelaksanaannya. Ini terlihat dari kata-kata syamsul bahwa pendidikan itu sama sekali tidak penting namun dijawab oleh Muluk bahwa kamu tahu itu Karena kamu telah dididik.
 Kemudian kata pendidikan juga diintegrasikan dengan korupsi. Orang berpendidikan itu mencopet dengan korupsi dan mendapatkan uang banyak serta masuk penjara dengan kurungan sama dengan pencopet.
 Sedangkan orang yang tidak berpendidikan mencopet ya dengan mencopet. Pekerjaan dengan resiko tinggi, serta jika ditangkap massa malah bisa mati dan dikurung dipenjara lagi. Itulah yang seolah-olah disampaikan oleh kakek deddy mizwar sebagai sutradara.
Belum lagi masalah annak-anak yang buta hruf, adegan yang menceritakannya adalah ketika bos pencopet melihatkan bahwa kediaman mereka Cuma 50 meter dari pos polisi, sebuah pekerjaaan yang sangat beresiko tinggi.
Banyak sebenarnya pesan yang disampaikan oleh film ini. Walaupun sebenarnya masalahnya sangat serius dan krusial tapi dengan dibalut kejadian-kejaian lucu, maka film ini menjadi sangat enak ditonton dan diresapi.