Merangkai langkah mendaki Merbabu #part1

on Senin, 15 September 2014
semakin tinggi diri berdiri, hati semakin rendah, bersyukur terhadap hamparan sang Illahi anugerahkan kepada negeri ini
Langit, awan, matahari, tanah, bendera, dan aku untuk negeri ku (take by danny)
Oke gan kali ini ane bakalan nyeritain perjalanan ane menuju sebuah gunung terkenal di daerah Jawa bagian tengah. Yaps namanya gunung Merbabu 3145 MDPL. Letaknya disebelah gunung Merapi, nah ane ga tau kok mereka sama2 dikasih nama awalan MER ya? apa mereka itu bersaudara ? kayak nama si maysaroh sama maymunah, sama2 lahir dibulan may. May I marry you? Yes youuu? Haha *ga usah digubris sorry :D.

FYI: ini tulisan murni hasil otak sobek ane dalam mengeja berbagai kalimat menjadi paragraf. ga seperti blog sebelah yang puitis dari pujangga, atau baku EYD seperti blog sebelahnya yang sama-sama nulis field report (FR) ini. Ini murni hasil otak obek ane, berharap teman2 seperjuangan senang dalam mebacanya dan memaklumi J have a nice read !
***

Sebelumnya, menuju Merbabu ini adalah ide dari beberapa anak yang sebelumnya menuju puncak gunung Penanggungan. Karna kesamaan persepsi dan logika serta feeling yang senang mendaki, maka mereka mengagendakan naik gunung ni sebelum ke gunung Rinjani ataupun kerinci J . Adalah ane sendiri, trus pakde Riza, Anggit, sasmi, Rimby dan mas Fahmi. Keenam sejoli ini sepakat untuk naik pas liburan akhir semester lalu.

Wacana demi wacana digulirkan, kami berhasil menyebarkan doktrinisasi ke beberapa orang untuk ikut sama2 menikmati alam semesta dari puncak gunung Merbabu. Terdapatlah nama-nama petinggi ormawa di kampus yang bisa kami doktrin, layaknya sebuah organisasi gelap, kami bisa nyetir mereka menuju keinginan kami muahahaha 8) . berkumpul lah beberapa nama orang seperti mas firiyal mantan sekjen di BEM, mbak Nadia mantan sekretaris direktur di BEM, angga mantan ketua LDJ, Sandi seorang Direktur jenderal, satya mantan ketua himpunan, danny mantan kepala departemen di BEM Fakulttas nya *cmiiw,  Fitri mantan kepala departemen di BEM Fakultas nya, dan Anis Steering comitte di jurusannya.

Terlihat kan pangkat mereka tinggi2? Nah kami berhasil nyetir mereka menuju gunung merbabu, wah jika emang berhasil nyetir mereka secara politik kami bisa ngerakin KM secara gamblang di balik layar dan penuh tabiat muahahhaha layaknya freemason.

Persiapan udah dimulai jauh2 hari sebelumnya, kami mengagendakan berbagai hal seperti tanggal, jalur pendakian dan rekrutan anyar untuk di doktrin lagi bawa tas segede gaban ke puncak :D . namun dalam perjalanan kisah ini, bunga mawar tak selamanya mekar sempurna, bisa aja sebelum mekar sempurna udah di petik trus dikasiin ke wisudawan hahaha. Ya mas Fahmi mengundurkan diri dari bursa pendaki gunung, ia lebih memilih untuk menjalankan roda pemerintahan KM FYI: dia seorang dia seorang menteri lo. Trus si Satya juga ga bisa ikut ga tau kenapa, mungkin dia phobia gunung. (wah bahaya ni :D )

Berbagai rangkaian rapat kami jalani, menetukan PIC per bagian. Ane dapat PIC masalah pertendaan (ane cocok sebagai pelindung :D ) Danny PIC transportasi, Pakde riza menjadi PIC logistik < untuk setelahnya jangan dia, cukup sudah (setelah ini bakalan ane ceritain mengapa jangan dia). Angga PIC medical center, ya cocok sebagai pengobat hati yang terluka haha. Dan sandi PIC segalanya.

Namun kejadian-kejadian yang sudah terduga pun terjadi, Anggit gagal berangkat karna masalah perizinan dari bapaknya, begitupun Anis yang berencana bawa bapaknya untuk naik bersama digagalkan ibunda tercinta, proposal e kurang detail disuruh revisi lagi, tahun depan paling berangkatnya hahaha. Anggit digantikan Feny anak Teknik Industri, lalu Angga mengajak Rama anak kampus sebelah. Nah ini nih yang kita inginkan, kemungkinan CILOK (sejenis makanan) dimakan bersama Feny dan Rama ini (sumpah ini ga serius :D )

Segala persiapan “dianggap” sudah jadi. Hari H kami akan berangkat. Namun masalah berlanjut lagi Rimby gagal take off dia benar benar disuruh revisi laporan KP, yang sabar mblo haha. Mas firiyal juga ga jadi berangkat karena sakit dan mbak nadia yang ane ga tau kenapa ga jadi ikut. Kami pun menuju stasiun pasar turi yang tiketnya berangkatnya sudah dibelikan sandi melalui calo yang juga temannya (ane yakin Sandi juga calo 100% kenapa? Karna kami beli lewat dia *logic).

Jadilah yang berangkat 9 orang doang, ane, pakde Riza, Sandi, danny, sasmi, feny, Fitri, angga dan Rama. But wait yang ada di bemo menuju pasar turi hanya 7 orang minus angga dan rama. Oke mereka ditinggal di terminal dan disuruh berangkat sendiri menuju stasiun. Jam setengah enam tet kita nyampe stasiun, angga dan rama masih diperjalanan yang cukup jauh dibelakang.

Kami pun menaiki kereta, dan anehnya kami semuanya harus terpisah. Walaupun nomor tiketnya urut, tapi tempat duduknya ga urut, dari 9 tiket nomornya 7-11 tapi semuanya di abjad A dan B. bukan A-H yang harusnya satu row. Yasudah lah yaa. Akhirnya dengan kebaikan pak2 gerbong kita dipindahin ke gerbong kosong nomor dua dari belakang, tempatnya yang masih lapang. Makasih pak pak gerbong.

Jam 6 kurang sedikit angga dan rama belum menampakkan diri, sandi mencoba menyusul ke peron biar ntar dia bisa lambai tangan pas angga dan rama ketinggalan (what a joke). Bukan. Angga dan rama mungkin ingin dramatisir suasana, mereka kira ada kameramen sedang shoot dia dan ia terengah-engah berlari naik gerbong layaknya niruin si saykoji di film 5 CM, tapi dia bukan di shoot kamera tapi di shoot mata sandi yang celingak2 celinguk kayak nyari dua buronan lepas. Yasudah,  Singkat kata si angga dan rama jadi naik kereta di detik ke 0 < detik yang tidak pernah ada.

shit happen again, kami meninggalkan nesting dan kompor yang hanya satu-satunya di bemo (what a joke) becanda apa lagi ini. Yasudah lah yaa. (udah ngomong yasudah brapa kali ane gan? *elus dada). Untungnya pakde bawa greenflame yang bisa jadi pembakar dan kompor sekaligus. Bener juga sih kita bawa kompor tapi ga bawa butana, itu kompor bakalan use less juga sih hahaha. Tapi nestingnyaa?? *nangis darah. Namun semuanya tenang2 aja, mungkin karana masih pagi otak mereka masih booting dan belum mengerti kejadian besar akan melanda kalau ga bawa nesting.

Untung proses bootingnya sandi lebih cepat ia bisa meredakan kegalau kami dengan akan berjanji mencari nesting di Semarang ntar katanya mau minjem. Dan untungnya lagi, proses booting sasmi udah selesai ini langsung hubungi om nya di bojonegoro untuk minjem panci dan akhirnya kita dapat, karna kereta juga berenti di bojonegoro. Pakde Cuma bisa menggeleng2, scara dia udah nanya di group chat dari malamnya siapa yang bawa panci, tapi semua hening, pakde mangkel. Fitri? Ya Fitri ga ngidupin diri gagal booting system crash and down (she is sleep, yes beuty sleep). Angga sama Rama juga lagi down mungkin tiba-tiba overheat pas mau naik kereta, mereka juga tidur. Feny nyari casan, Danny mondar mandir, ane bikin kebisingan dari pada muntah ntar? Haha

Kami nyampe di Semarang. Disana makan dhuha, trus sholat jumat bagi yang melaksanakan biar tambah ganteng, trus istirahat sejenak sambil siap2 lagi. Next kita menuju terminal Terboyo, dengan bus kayak di film speed 1 kami mengarungi semarang. Nyampe terboyo naik bus menuju magelang, ya ini bus ekonomi yang super panas, ane aja dibuat mendidih. Selain itu juga diisi hampir seratus orang lebih. Skip skip skip kami nyampe terminal di salatiga (kalo ga salah) trus naik mobil carteran ke base camp 1. Akhirnya nyampe juga di kaki gunung Merbabu. Ya baru nyampe kakinya. Kakinya bernama Wekas 
base camp 1 (taken by me)
Sekian dulu gan next nya ke part 2

0 komentar:

Posting Komentar